assalamu'alaikum.....

Blogger news


Sabtu, 22 Maret 2014

Pengertian Shalat


           Definisi  Shalat

            Shalat secara bahasa berarti do’a, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :” …. Dan do’akanlah mereka, sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka.”  (QS. At-Taubah: 103).
            Sedangkan secara istilah syara’ adalah ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala berupa perkataan dan perbuatan dengan tata cara yang telah di tentukan, yang dimulai dengan takbiratul ihram dan di akhiri dengan salam . disebut dengan shalat karena mengandung do’a-do’a.

             Hukum Shalat

         Menurut Al-Quran dan Sunnah serta ijma’ para ulama, hukum shalat adalah wajib atas seorang muslim yang baligh dan berakal kecuali perempuan yang sedang haidh dan nifas. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ‘’ sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang di tentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103).
        Rasullulah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal ketika beliau mengutusnya ke yaman: “Ajarkan kepada mereka bahwasannya Allah subhanahu wa ta’ala telah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam.” (HR. Bukhari).
         Dan seluruh ummat muslim beserta para ulama telah sepakat akan  wajibnya shalat lima waktu dalam sehari semalam.

             Kedudukan Shalat Dalam Islam

           Shalat mempunyai kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Diantaranya adalah:
1.       Sholat merupakan rukun islam Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda : ”Islam dibangun atas lima perkara; Persaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad sebagai utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa di bulan Ramadhan. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
           Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah berkata tentang hadits ini “ maka dari hadits ini adalah bahwasannya islam dibangun di atas lima perkara ini’ yang kelimanya ini sebagai bangunannya.
            Dan di dalam hadits ini pula menerangkan bahwa shalat                        merupakan perkara terpenting dalam agama ini setelah kalimat    syahadat.
2.       Shalat adalah tiangnya agama, Rasulullah bersabda : “ pokok segala urusan adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR. AT-Tirmidzi. Dan beliau menghukuminya hasan shohih).
                    Seseorang yang menegakkan sholat maka ia telah menjaga bangunan agamanya, sebagai tiang yang menopang atau menahan sebuah bangunan agar tidak goyah dan roboh,. Sebaliknya, jika ia menyia-nyiakan sholat maka ia telah membahayakan dirinya dan bangunan agamanya.
3.       Sholat adalah amalan yang pertama kali di hisab

Dari Abu Hurairoh Dia berkata : Aku mendengar Rasulullah berasabda :
Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali akan di hisab pada hari kiamat adalah shalat fardunya, jika baik shalatnya, maka ia akan beruntung dan selamat.   Sebaliknya, jika buruk shalatnya maka ia akan merugi.  Jika ditemui ada kekurangan dalam shalat fardunya, maka Allah berkata kepada malaikat : lihatlah catatannya, apakah hamba-Ku ini memiliki amalan sunnah?  Maka kekurangan dalam shalat fardu itu akan disempurnakan oleh shalat-shalat sunnah.  Lalu amalan lainnya akan di hisab seperti itu.    (HR. Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu majah dan Hakim).
Dalam hadits ini kita dapat melihat bagaimana shalat menjadi penentu tentang keadaan seseorang di akhirat nanti, jika shalatnya baik, maka ia akan mendapatkan keberuntungan dan akan di selamatkan dari siksa, adapun jika salatnya jelek, maka ia menjadi orang yang merugi dan menderita.





Ancaman Bagi Orang Yang Menyia-nyiakan Dan Yang Meninggalakan Shalat

   Ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat sangat besar, tidak sama dengan dosa-dosa yang lain karena shalat termasuk rukun islam.
   Disini kami akan menyebutkan ancaman yang ditunjukan atau yang di berikan kepada orang-orang yang akan menyia-nyiakan dan meninggalkan shalat:
1.       Menyia-nyiakan shalat termasuk perbuatan orang yang celaka . Allah berfirman: “ maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya”. ( QS. Al-Ma’un45).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-sa’di rahimahullah menjelaskan tentang makna lalai pada ayat di atas dalam kitab tafsirnya dengan berkata “ maksudnya adalah meremehkannya, meninggalkannya hingga habis waktunya, dan meninggalkan rukun-rukunnya”.

2.       Orang-orang yang meninggalkan shalat di ancam dengan kekafiran,
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat,barang siapa yang meninggalkannya maka ia kafir ”.  (HR. At-Tirmidzi).

 Dalam hadits yang lain:
“ Pembatas antara seseorang dengan kesirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”. (HR. Muslim).
Meskipun ada perbedaan penafsiran di antara ulama tentang makna kafir disini, namun kedua hadits ini sudah cukup menunjukan akan besarnya dosa meninggalkan shalat, hingga ancaman sampai kepada derajat kekufuran, karena shalat merupan rukun islam yang kedua.

3.        Meninggalkan shalat penyebab masuk neraka saqor.
     Allah berfirman dalam surat al-mudatsir,
“ Apakah yang memasukan ke dalam neraka saqor? Mereka menjawab : “ kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang menerjakan shalat”.

Oleh karena itu marilah kita senantiasa menjaga sholah-sholat kita sebagai bentuk ketaan kita kepada Allah subhanau wa ta’ala , sekaligus sebagai rasa syukur kita kepada Allah atas karunia yang telah kita dapatkan, sehingga kita selamat dan terhindar dari ancaman yang menimpa orang-orang yang menyia-nyiakan shalat.



Salam……


Ahzaelkhair.blogspot.com


0 komentar:

Posting Komentar