assalamu'alaikum.....

Blogger news


Minggu, 11 September 2016

Masih cemburukah?

     Hari ini hari dimana aku berubah menjadi lebih dewasa, memandang sebuah hubungan bukan dengan emosi, nafsu dan semua yang membuat hubungan itu menjadi sebuah masalah keributan.
Terkadang cemburu menghampiri setiap orang yang sedang jatuh cinta, ataupun orang yang sudah berumah tangga.
Karna cemburu adalah sesuatu yang selalu menyertai cinta, pada kesempatan kali ini saya akan membicarakan sedikit tentang cemburu.
  Pernahkah kalian mendapati pasangan kalian yang saling tegur dengan orang lain di medsos, atau pun mengomentari setatus pasangan anda..?
  Waaahhh, rasanya pasti sangat menyakitkan ya sob...
Padahal, kita tau kalo cewe or cowo tersebut sahabatnya. Tapi rasa cemburu itu tidak dapat di toleransi walaupun kenyataannya mereka hanyalah teman.
 Jagalah hubunganmu jangan mendahulukan emosi dari pada akal, betapa sakitnya apabila kita kehilangan kekasih. Menunggu bertahun-tahun untuk melupakan bahkan tidak bisa lupa seumur hidup...
   Itulah anugerah Allah yang di berikan kepada kita, tapi waktu itu aku belum menyadarinya. Dan salah dalam menempatkannya.

Wahai kawan ini nasehatku.

   Jangan menyakiti kekasihmu dengan hal-hal yang sepele, salinglah jujur dan berterus terang . jangan menyembunyikan sesuatu, karna sebuah hubungan itu terjalin karna untuk saling berbagi..




Laki-laki dan  wanita memiliki pembawaan sifat pecemburu. Tidak jarang seorang wanita cemburu
gara-gara perkara yang sepele, Begitupun laki-laki .
 Karena itu seorang laki-laki  harus menjaga diri terhadap
hal yang demikian dan hendaknya jangan sampai keliru dalam meluruskan masalahnya.

 jika seorang wanita  tidak berkepanjangan dalam kecemburuannya. Jika ternyata terus
berkepanjangan dalam kecemburuannya, maka tentu setiap keadaan mempunyai cara
sendiri-sendiri untuk mengatasinya.
Dahulu istri-istri Nabi juga cemburu, apalagi wanita-wanita jaman sekarang yang
lebih banyak dikuasai oleh setan.
 Terdapat banyak hadits tentang kisah cemburunya istri-istri Nabi , di antaranya:

Hadits `Aisyah radhiyallahu ‘anhu  yang mengatakan, yang artinya:
Tidakkah ingin aku ceritakan kepadamu tentang aku dan nabi? Ketika suatu
malam aku bersama nabi, beliau membalikkan badan, dan meletakkan
sandalnya di sebelah kakinya dalam keadaan masih terbaring.
Kemudian beliau menyingkirkan ujung kainnya ke pembaringannya. Sesaat
beliau tetap dalam pembaringannya sampai beliau menyangka kalau aku
sudah tidur. Setelah itu beliau perlaha-lahan mengenakan sandalnya,
mengambil kain selendangnya perlahan-lahan, membuka pintu perlahan-
lahan dan keluar perlahan-lahan.
Akupun kemudian mengenakan pakaianku mulai dari atas kepala, aku
kenakan kerudungku dan aku tutupkan kainku ke tubuhku lalu aku berjalan
mengikuti jejak Nabi hingga akhirnya beliau sampai di (kuburan) Bagi'.
Beliau mengangkat kedua tangannya (berdoa) tiga kali. Beliau lama dalam
berdoa.
Setelah itu beliau bergeser pergi, akupun bergeser pergi, beliau mempercepat
langkahnya, akupun mmpercepat langkahku. beliau berlari-lari kecil, akupun
berlari -lari kecil, beliau tergesa-gesa, akupun tergesa-gesa, sehingga aku
dapat mendahuluinya. Selanjutnya aku masuk rumah dan berbaring kembali.
Kemudian Rasulullah masuk pula seraya bersabda:
"Mengapa engkau wahai Aisyah? Engkau tersengal-sengal?"
Aisyah menjawab: "Tidak."
Beliau bekata: "Engkau harus menceritakan kepadaku atau Allah
Yang Maha Lembut dan Maha Tahu yang akan menceritakannya
kepadaku."
Aku (Aisyah) berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh...." Lalu
Aisyah menceritakan kisahnya. Beliau lalu bersabda: "Adakah
engkau seorang yang tadi aku lihat di hadapanku?"
Aisyah menjawab: "Ya"
Kemudian rasullah menepuk dadaku dengan suatu tepukan hingga terasa
sakit. Beliaupun bersabda: "Apakah engkau mengira bahwa Allah dan
Rasul-Nya akan mendzhalimi kamu?"
Aku (Aisyah) berkata: "Betapapun orang menyembunyikan sesuatu, Allah
pasti mengetahuinya" 1
Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Jibril datang kepadaku ketika engkau (tadi)
melihat(ku). Ia (Jibril) tidak datang kepadamu sedangkan engkau
sudah melepaskan pakaianmu. Jibril memanggilku, maka aku

1Aisyah mengira bahwa Nabi malam itu akan pergi ke sebagian istrinya yang lain (Aisyah cemburu).
Maka Nabi bersabda kepada Aisyah:
"Apakah engau mengira bahwa Allah dan Rasulnya mendzalimi kamu?"
Yakni bahwa seharusnya malam itu giliran Aisyah, kemudian Nabi disangka pergi ke istrinya yang lain.
Kalau itu terjadi berarti itu adalah kedzaliman dan dosa. Tidak mungkin Rasullullah melakukan
hal yang demikian itu.


bersembunyi-sembunyi dari pandanganmu. Saya suka jika saya
menyembunyikan diri darimu,
Kemudian saya kira kamu sudah tidur, saya tidak suka jika
harus membangunkanmu dan saya khawatir jika kamu ketakutan.
Jibril memerintahkan aku supaya datang ke (kuburan) Baqi untuk
kemudian aku memohonkan ampun kepada Allah buat mereka
(orang-orang yang dikubur di Baqi)."
Aku (Aisyah) berkata: "Wahai rasulullah apa yang harus aku ucapkan
(ketika datang ke kuburan) ?"
Beliau bersabda: "Ucapkanlah doa:
Keselamatan hendaknya tercurah kepada penghuni kubur dari
kalangan kaum mukminin dan kaum muslimin, semoga Allah
memberi rahmat kepada orang-orang yang mati terdahulu dan
yang mati kemudian. Dan kami insya Allah akan menyusul
kemudian." 2Hadits shahih dikeluarkan oleh Imam Muslim 111/14, Nasa'i IV/91-93; Vll/72-75; Ahmad
VI/221 dan lainnya.




Demikian pula perkataan Aisyah dalam hadits berikut ini:
Pada suatu malam saya kehilangan Rasulullah Saya menyangka beliau pergi ke istri
yang lain. Lalu saya selidiki beliau, ternyata beliau sedang ruku' atau sujud sambil
berdo'a: "Maha suci Engkau dan MahaTerpuji Engkau, tiada sesembahan yang benar
melainkan Engkau." Maka saya berkata: "Sungguh-sungguh anda dalam keadaan satu
keadaan (ibadah), sedang saya dalam keadaan lain (digoda oleh rasa cemburu)." (Hadits
shahih yang dikeluarkan oleh Muslim: I/351-352; Abdul Baqi, An-Nasi'i VII/72, ath-
Thayalisi 1405 dan Iainnya).

  Sampai sini dulu ya....  disambung besok lg lain waktu, wassalaam... J
     Hooaaaam sudah ngatuk nih .



0 komentar:

Posting Komentar