Bissmillah, Assalamu'alaikum……
Pagi yang cerah dan
bersemangat tuk hari ini, pada hari ini saya akan menguraikan tentang pergaulan
kita sehari-hari di antaranya adalah Tujuh sikap tentang sikap-sikap yang
disukai manusia di antaranya :
1. Manusia
suka kepada orang yang memberi perhatian kepada orang lain,
2. Manusia
suka kepada orang yang mau mendengarkan ucapan mereka,
3. Manusia
suka kepada orang yang menjauhi debat kusir,
4. Manusia
suka kepada orang yang memberikan penghargaan dan penghormatan kepada orang
lain,
5. Manusia
suka kepada orang yang memberi kesempatan orang lain untuk maju,
6. Manusia
suka kepada orang yang tahu berterima kasih atau suka membalas kebaikan,
7. Manusia
suka kepada orang yang menjaga perasaan orang lain.
Dan diantara
sikap-sikap yang tidak disukai manusia atau lawan dari sikap yang di sukai
manusia di atas yaitu antara lain :
1. Manusia
tidak suka diberi nasihat di hadapan orang lain,
2. Manusia
tidak suka diberi nasihat secara langsung,
3. Manusia
tidak suka kepada orang yang selalu memojokkannya dengan
kesalahan-kesalahannya,
4. Manusia
tidak suka kepada orang yang tidak pernah melupakan kesalahan orang lain,
5. Manusia
tidak suka kepada orang yang sombong,
6. Manusia
tidak suka kepada orang yang terburu-buru memvonis orang lain,
7. Manusia
tidak suka kepada orang yang mempertahankan kesalahannya, atau orang yang berat
untuk merujuk kepada kebenaran setelah dia meyakini kebenaran itu,
8. Manusia
tidak suka kepada orang yang menisbatkan kebaikan kepada dirinya dan
menisbatkan kejelekan kepada orang lain.”
Untuk para sahabatku, marilah
kita tanamkan persahabatan yang baik dan penuh dengan keberkahan karena
persahabatan memiliki hak dan hak persahabatan yang harus dipenuhi
seseorang adalah :
a. Mereka harus memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya,
b. Pada saat tertentu
lidah tidak boleh berbicara, dan pada saat yang lain berbicara. Yang dimaksud
dengan diam ialah tidak menyebutkan aibnya saat sahabatnya ada atau saat dia
tidak ada, tidak membantahnya, tidak menanyakan sesuatu yang sahabatnya itu
tidak suka mengatakannya, tidak bertanya “Mau kemana?” saat bertemu boleh jadi
sahabatnya itu tidak ingin diketahui kemana dia akan pergi (pertanyaan ini
sudah sedemikian umum di masyarakat Indonesia tak terkecuali salafiyyin dan
salafiyyat. Alangkah baiknya sapaan/pertanyaan ini diganti dengan salam dan
menanyakan kabar-ed),
c. Tidak boleh
mengatakan apapun yang tidak disukai, kecuali hal-hal yang memang harus
dikatakan karena perkara amar ma’ruf nahi mungkar,
d. Lidah harus
berbicara. Sebagaimana tuntutan persahabatan, yang harus diterapkan pada lidah
ialah tidak mengatakan hal-hal yang tidak disukai. Lidah harus mengatakan
hal-hal yang disukai. Bahkan, ini bisa dikatakan sebagai ciri khusus
persahabatan,
e. Mendoakan sahabat
kita sewaktu hidupnya dan setelah matinya,
f. Setia dan tulus.
Maksud setia ialah tetap mencintai sahabatnya sekalipun sudah meninggal
dunia,
g. Tidak membebani, tapi
justru memberi keringanan. Tidak
membebani temannya dengan hal-hal yang berat dan sulit. Sebaliknya,
seseorang harus mendatangkan kegembiraan kepada sahabatnya dengan
membebaskannya dari beban dan kebutuhan. Dia juga tidak boleh mengandalkan
kedudukan dan harta sahabatnya. Dia harus memenuhi hak-haknya dan tawadhu
kepadanya. Tujuan mencintainya hanya kepada Alloh semata, menolong agamanya,
bertaqorrub kepada Alloh dengan memenuhi hak-haknya, dan menjaga nama baiknya.
Hendaklah dia tidak merasa malu kepada temannya, sebagaimana dia tidak merasa
malu kepada dirinya sendiri.
Ja’far
bin Muhammad berkata, “ Sahabat yang paling berat bagiku adalah yang
membebaniku dan aku harus mawas diri (senantiasa mema’lumi keadaan dan
wataknya-ed) terhadap dirinya, sedangkan yang paling ringan dihatiku adalah
jika aku bersama dia, sama saja seperti ketika aku sedang sendirian.” Sebagian
orang bijak berkata,” Siapa yang tidak membebani, maka persahabatannya bisa
langgeng.”
Semoga bermanfaat bagi kita semua yang
menjalin persahabatan…..
Salam kenal, ahzaelkhair.blogspot.com

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar